Apa Itu Copywriting?

Copywriting adalah teknik membuat tulisan yang membujuk pembaca secara halus (persuasif) untuk melakukan tindakan yang kita instruksikan. Tindakan ini bisa berupa berkunjung, berlangganan, membeli, dan sebagainya. Adapun tulisannya disebut copy.

Berdasarkan panjangnya, copy terdiri dari short copy dan long copy. Short copy adalah tulisan pendek persuasif seperti iklan Facebook, Instagram, dan Google AdWords. Termasuk penawaran barang di media sosial, broadcast seminar di WhatsApp, dan deskripsi produk di marketplace.

Sementara itu, long copy adalah tulisan panjang persuasif. Panjangnya bisa hingga 50 halaman MS Words atau lebih. Biasanya long copy digunakan oleh mereka yang jualan kursus online dengan harga mahal. Tujuannya untuk lebih menyakinkan si calon pembeli kursus bahwa harga mahal akan sebanding dengan hasil yang didapatkan setelah belajar dan berpraktik.

Misalnya, halaman penjualan kursus online Zero to Launch dari Ramit Sethi. Harga kursus tersebut adalah 2.400 dolar Amerika Serikat.

Mengapa Copywriting Itu Penting?

Tidak semua orang harus punya skill copywriting. Namun, jika Anda ingin mendapatkan banyak:

  • Shares
  • Likes
  • Subscribers
  • Pengunjung
  • Pembeli / klien

Anda wajib punya skill copywriting. Sebagai contoh, Anda seorang karyawan atau PNS yang nyambi sebagai pebisnis online dengan jualan barang fisik. Bila Anda menguasai copywriting, Anda bisa membuat deskripsi produk yang menarik.

Deskripsi produk yang menarik ini bisa memancing minat beli target pembeli sehingga Anda bisa closing setiap hari atau banjir orderan. Ini lebih baik dibanding menuliskan fitur poduk semata yang biasanya membosankan, bukan?

Contoh lain, Anda seorang freelance writer. Bila Anda menguasai copywriting, tulisan-tulisan Anda akan lebih berkualitas sehingga klien-klien Anda puas. Klien yang puas adalah kunci mendapatkan pesanan berulang (repeat order). Bahkan, bisa jadi klien-klien setia Anda merekomendasikan jasa Anda ke teman-temannya. Jelas ini lebih menghemat waktu dan energi dibanding Anda mencari klien baru sendiri setiap bulannya.

Apakah Blogger Perlu Copywriting?

Jawabannya perlu banget.

Misalnya, sebagai blogger saya terus mengasah skill copywriting agar konten blog saya lebih baik dari sebelumnya, Yang saya maksud lebih baik di sini adalah lebih enak dibaca, lebih mudah dipahami, dan lebih mudah diingat pembaca. Tak hanya itu, saya juga menerapkan copywriting untuk memperomosikan konten blog di akun Facebook saya. Kenapa? Karena saya ingin mendapat banyak pengunjung dari Facebook secara gratis. Tak berhenti di situ. Saya juga menerapkan copywriting di buku cetak pertama saya yang akan saya ajukan ke penerbit mayor. Tujuannya agar peluang buku saya diterima penerbit mayor lebih besar.

Ujung-ujungnya, jika buku pertama saya itu diterbitkan penerbit mayor, saya akan mendapatkan banyak manfaat. Seperti authority saya bertambah, saya dikenal lebih banyak orang, dan bukti sosial bahwa saya bisa mengajar orang menulis buku.

Saya sudah menyelesaikan draf pertama buku tersebut (isinya 10 bab). Saat menulis konten ini, saya sedang mengedit bab 2. Rencananya akhir Februari saya akan ajukan ke penerbit mayor. Satu hal lagi, saya sedang menguji teknik copywriting saya dengan jualan produk fisik melalui Facebook Ads. Alasannya saya tidak ingin jualan produk saya saja, tapi ingin juga tambah wawasan dan pengalaman jualan produk orang lain.

Contoh Copywriting

Copywriting bisa diterapkan dalam bidang apa saja. Tak mengherankan bila banyak sekali contoh copywriting di dunia nyata dan dunia maya.

Apa pun bidangnya, copywriting terdiri dari 3 bagian penting, yaitu:

  • Headline – Berfungsi menarik perhatian target audiens di tengah hiruk pikuknya informasi yang mereka dapatkan setiap harinya.
  • Deskripsi – Berfungsi menarik minat dan menciptakan keinginan yang kuat (desire) pada target. Misalnya keinginan kuat untuk membeli, membaca, berkunjung, dan sebagainya.
  • Call to Action – Bagian akhir tulisan yang berfungsi mengajak target untuk bertindak. Seperti klik di sini, beli sekarang, subscribe sekarang, hubungi kami, pelajari selengkapnya, dan lain-lain.

Berikut ini beberapa contoh copywriting yang saya buat sendiri sendiri dan yang saya ambil dari orang lain.

1. Posting Facebook Pribadi

“Bagaimana sih caranya supaya teman-teman saya di Facebook banyak berkunjung ke blog saya?”

Pertanyaan tersebut memicu saya agar lebih kreatif membuat update postingan Facebook saya, Tidak mudah memang, tapi alhamdulilah saya sekarang sudah punya beberapa strategi baru.

Berikut ini contoh update posting Facebook pribadi saya yang saya tulis dengan “bumbu” copywriting.

2. Iklan Facebook

Saya baru mulai belajar Facebook Ads pada seorang teman di Makassar. Oleh sebab itu, saya masih tahap uji coba untuk mendapatkan iklan yang paling bagus menghasilkan penjualan. Meski demikian, saya beri Anda contoh iklan Facebook dari Fikri Fathullah, salah satu pebisnis online berpengalaman di Indonesia dan founder Kirim.Email.

3. Promosi Properti

Properti merupakan salah satu bidang yang banyak menerapkan copywriting. Entah itu dalam bentuk selebaran, spanduk, advertorial di media masa dan televisi, dan media sosial.

Berikut ini contoh promosi apartemen dari salah satu pengembang properti ternama di Indonesia.

3 Kendala Terbesar Pemula dalam Belajar Copywriting

Sejak awal Januari 2020, saya mengajar copywriting kepada 3 orang blogger paruh waktu yang ingin bisa copywriting. Mereka masing-masing pernah:

  • mempromosikan produk properti
  • jualan beberapa produk melalui Facebook Ads
  • belajar sendiri copywriting melalui artikel-artikel di internet

Saya bertanya kepada mereka, “Apa sih kendala teman-teman dalam menerapkan copywriting?”

Jawabannya saya rangkum menjadi 3 kendala berikut.

1. Susah bikin headline

Mereka merasa headline yang dibuatnya belum menarik. Sudah mencoba berkali-kali tapi masih susah. Hal yang sama dialami teman saya yang lain. Dia bilang belum nemu headline yang pas padahal sudah tiga batang rokok habis.

2. Bingung mau nulis apa

Mereka sering bingung mau nulis apa. Jangankan produk yang menarik, kalimat pertama saja susah sekali mereka buat. Ujung-ujungnya seorang teman bilang bahwa dia melakukan ATM naskah orang lain: amati, tiru, dan modifikasi.

3. Menganggap copywriting itu tidak ada pola pastinya

Menurut seorang teman, gaya menulis orang-orang yang jago copywriting berbeda-beda. Sehingga dia belum tahu pola mana yang pas bagi dia agar naskah yang dibuatnya menarik dan otentik.

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dasar-dasar copywriting. Terdiri dari definisi copywriting, manfaatnya, contohnya, dan tiga kendala yang dialami orang yang sedang belajar copywriting. Semoga bermanfaat bagi Anda yang belum tahu apa itu copywriting. Di konten berikutnya saya akan menulis tentang rekomendasi buku copywriting yang bagus Anda baca untuk meningkatkan wawasan dan skill copywriting Anda.

Ngomong-ngomong, apa masalah Anda dalam menerapkan copywriting? Tulis jawaban Anda di bagian komentar ya

Leave a Reply

Your email address will not be published.