Selesai TV Analog & Cara Mendapatkan Set Top Box TV Digital Gratis

Ilustrasi.(Detik/Reka)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menutup siaran TV analog dan memindahkan siaran TV digital pada 2 November 2022.

Bagi yang ingin terus menonton TV harus menggunakan set-top box (STB).

Siaran TV digital memberikan siaran yang lebih jelas dan lebih kompleks daripada TV analog.

Untuk menonton siaran ini Orang hanya membutuhkan set-top box (STB) yang terpasang di televisi lama mereka.

Orang bahkan tidak perlu membeli TV baru atau berlangganan internet untuk menonton siaran.

Kominfo mengungkapkan bahwa set-top box akan gratis untuk umum.

Penerimanya adalah masyarakat miskin yang masih menggunakan televisi analog.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar), Pasal 85.

“Kami perkirakan set-top box untuk keluarga miskin sebesar 6,7 juta STB untuk masyarakat miskin.

STB ini kami siapkan agar 6,7 juta akan tersedia tepat waktu sesuai prosedur ASO paling lambat tanggal 2 November 2022, ujarnya.

Fo Johnny Plate, dikutip Senin (12/12/21).

Persyaratan untuk menerima dekoder TV digital gratis adalah sebagai berikut:

  • WNI dengan KTP elektronik
  • Rumah tangga miskin yang memiliki televisi tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), atau data perangkat daerah di bidang sosial.
  • Lokasi rumah berada di liputan televisi yang akan terpengaruh oleh ASO.

Berikut cara mengatur TV Analog untuk merekam siaran TV digital:

  • Pertama, pastikan daerah tempat tinggal Anda dapat menyiarkan televisi digital.
  • Pastikan juga Anda memiliki antena UHF berupa antena outdoor dan indoor.
  • Pastikan TV dilengkapi dengan DVBT2 STB sehingga dapat menerima sinyal TV digital.
    saat terhubung Nyalakan TV dan alihkan ke AV, lalu pilih Pengaturan atau Pengaturan.
  • Pilih Pindai Otomatis untuk memindai siaran TV digital.

Jadwal penghentian siaran TV analog adalah sebagai berikut:

  1. Tahap 1 30 April 2022 di wilayah layanan penyiaran 56 wilayah atau 166 kabupaten/kota
  2. Tahap 2 25 Agustus 2022 di 11 wilayah layanan siaran atau 110 kabupaten/kota
  3. Tahap 3 pada 2 November 2021 di 25 wilayah layanan penyiaran atau 65 kabupaten/kota
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.